Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pesan Dari Sang Paku Bumi

 

Di suatu daerah di pulau Madura.
Waktu itu, seorang pengusaha sedang mengadakan hajatan besar-besaran dalam rangka pernikahan anaknya. Layaknya orang-orang madura yang memang dikenal dengan kecintaan yang kuat terhadap ilmu dan ulama, ia mengundang puluhan Alim-Ulama dan para kiai dalam acara itu.

Sementara acara masih berjalan lancar, ketika akhirnya datang sebuah sepeda motor memasuki halaman acara, tepat di hadapan para kiai dan ulama, dua orang itu langsung menjadi pusat perhatian. Yang satu pengemudi, satunya lagi seorang lelaki tua yang duduk di belakangnya. Lelaki itu memakai peci putih, kaos singlet dan celana sederhana setinggi lutut layaknya seorang petani. Ia juga membawa senter kecil di tangannya.

Saat Almarhum KH. Abdullah Aschal selesai membaca sholawat dan turun dari panggung, lelaki tua itu segera menaiki panggung. Tak ada satupun yang berani menegur atau menghalanginya. Semua seakan-akan sedang menunggu apa yg akan dilakukan orang ini.

Ia mengambil mic, dan mulai berceramah, Subhanallah..!! Dengan bahasa arab yang fasih ia mulai mengkritik dan menasehati para ulama zaman sekarang yang mulai terlena oleh perkara-perkara duniawi. Sebuah pemandangan yang unik di hadapan para kiai dan ulama. Seorang kakek berpakaian petani bagaikan seorang Syaikh yang sedang memberi petuah kepada murid-muridnya.

Selesai berceramah ia langsung menuju sepeda motornya, supirnya sudah menunggu, Shobihul bait sampai menangis-nangis demi mengejar lelaki tua itu. Ia mencium tangannya lalu memberi sebuah amplop tebal yang entah berapa isinya. Lelaki tua itu menggeleng dan menolak mentah-mentah. Ia segera menaiki sepedanya dan beranjak pulang.

Lelaki tua itu adalah Kiai Kholilurrahman atau yang biasa dipanggil dengan Ra lilur. Beliau adalah salah satu cicit mbah Kholil Bangkalan yang terkenal sebagai wali Majdzub.

Mulai saat itu orang-orang yang dulu hanya mengetahui Ra Lilur sebagai sosok yang nyeleneh akhirnya mulai mengakui kealiman beliau. Padahal konon beliau hanya pernah mondok selama 3 bulan.

Ulama Akhirat seperti Ra Lilur ibaratkan Paku Bumi, yang dengannya Allah masih tetap menjaga Bumi ini dari datangnya Adzab yang sudah menunggu akibat dosa-dosa yang dilakukan oleh para pendosa seperti kita.

ولولاهم بين الأنام لدكدكت * جبال و أرض لارتكاب الخطيئة 

(Ra Lilur wafat pada 11 April Tahun 2018) Ila Ruuhi Ra Lilur Al-Faatihah.
rev4rt
rev4rt Saya hanyalah seorang pemalas yang kebetulan suka dengan teknologi terkini, saya pencinta musik Metal, dan suka menonton Film.

Posting Komentar untuk "Pesan Dari Sang Paku Bumi"